A. Pembuatan Project
dan Kode Program
Untuk
bisa membuat program menggunakan fungsi int86(...) dan teknik inline
assembly, maka kode program C++ yang akan dibuat harus merupakan bagian
dari sebuah project file, tidak bisa hanya sebuah file kode sumber
saja.
1. Klik menu File pada menu bar, kemudian pilih dan klik menu New dan pilih menuProject, maka akan muncul jendela New Target
2. Klik tombol Browse untuk menentukan nama file dan lokasi penyimpanan project.
3. Ketikan nama project pada textbox File name dan klik tombol Open. Textbox Project Path and Name pada jendela New Target akan berisi nama direktori dimana project disimpan dan Target Name akan berisi nama project.
4. Pada listbox Target Type pilihlah Application (.exe).
5. Pada combo box Platform pilihlah DOS (Standard).
6. Pada combo box Target Model pilihlah Small.
7. Berilah tanda cek pada check box Class Library.
8.Pada radio button Math Support pilihlah sesuai dengan kondisi.
9. Kosongkan semua check box pada pilihan Libraries.
10.Klik tombol OK untuk mulai membuat program. Borland C++ 5.02 akan menampilkan Project Window.
11. Pada Project Window terdapat node nama project (berakhiran .exe) dan node kode program (berakhiran .cpp) dibawah node nama project. Klik kanan pada node kode.
12. Borland C++ 5.02 akan memunculkan Edit Window seperti diperlihatkan pada gambar I.5. Pada Edit Window inilah kode program mulai diketikan.
13. Untuk menutup project dapat dilakukan dengan memilih menu Project dari menu bar kemudian pilih submenu Close Project.
14. Untuk membuka kembali file project yang sudah ada dapat dilakukan dengan memilih menu Project dari menu bar dan memilih menu Open Project, maka akan ditampilkan jendela Open Project File.
15.Untuk membuka project, kliklah nama file project dari listbox File Name dan klik tombol OK.
B. Memanggil
Interupsi BIOS atau DOS Menggunakan Fungsi int86
Borland
C++ 5.02 menyediakan sebuah fungsi untuk menjalankan interupsi BIOS atau DOS,
yaitu fungsi int86. Nama fungsi ini dideklarasikan di file header dos.h,
berikut ini adalah sintaks dari fungsi int86:
int
int86(int nomor, union REGS *inregs,
union
REGS *outregs)
Keterangan:
< int nomor,
nomor interupsi yang akan dijalankan.
< union REGS
*inregs, representasi register pada mikroprosesor yang berisi nilai yang
akan digunakan untuk menjalankan interupsi.
< union REGS
*outregs, representasi register pada mikroprosesor setelah interupsi
dijalankan.
Pada
fungsi int86, parameter nomor bertipe integer dan dikirimkan secara nilai (by
value), sedangkan parameter inregs dan outregs merupakan tipe data union
REGS yang telah didefinisikan pada header dos.h dan dikirimkan secara acuan (by
reference). Diharapkan pembaca telah memahami tipe data union dan struktur
serta pengiriman parameter secara acuan atau secara nilai. Fungsi int86
mengembalikan nilai bertipe integer dari register AX setelah interupsi
dijalankan. Tipe data union REGS yang didefinisikan pada file header dos.h
merupakan union yang terdiri dari struktur WORDREGS dan BYTEREGS. Berikut ini
adalah deklarasi union REGS pada file header dos.h:
Contoh 01.cpp:
#include
<conio.h>
#include
<dos.h>
#include
<stdlib.h>
#define
VIDEO_INT 0x10 // BIOS Video Interrupt
int main(void)
{
union REGS
in, out; // Deklarasi variabel
in.h.ah =
0x09; // AH = 9 heksadesimal
in.h.al =
'D'; // AL = 41 heksadesimal, huruf D
in.h.bh =
0x00; // BH = 0, halaman video
in.h.bl =
0x09; // BL = 7, warna huruf biru dan dasar
in.h.ch =
0x00; // CH dan CL menentukan banyak
in.h.cl =
0x01; // huruf yang akan dicetak
clrscr();
int86(VIDEO_INT,
&in, &out);
getch();
return
EXIT_SUCCESS;
}
Baris 1 sampai baris 3 pada program diatas
merupakan penentuan header yang akan digunakan, yaitu conio.h, dos.h dan
stdlib.h. Header conio.h digunakan karena pada baris 18 kita akan menggunakan
fungsi clrscr dan pada baris 20 kita akan menggunakan fungsi getch. Header
dos.h digunakan karena pada baris 9 kita mendeklarasikan variabel in dan out
menggunakan tipe union REGS serta pada baris 19 kita akan memanggil fungsi
int86. Header stdlib.h digunakan karena pada baris 22 kita akan menggunakan
nilai konstanta EXIT_SUCCESS. Pada baris 5 kita mendeklarasikan konstanta
dengan nama VIDEO_INT yang bernilai 10 heksadesimal. Konstanta ini digunakan
saat memanggil fungsi video int86 untuk menjalankan interupsi 10 heksadesimal
servis 9 heksadesimal. Cobalah untuk mengganti nilai pada in.h.bl dari yang
semula 0x07 menjadi nilai lain, misalnya 0x0a, 0x09 atau 0x04 kemudian jalankan
program. Apa yang terjadi?
Pada
contoh diatas variabel yang digunakan bernama in dan out. Perhatikanlah cara
memberikan nilai pada variabel in yang merupakan union REGS pada baris 11
sampai baris 16. Pada contoh diatas in.h.ah, atau in.h.al dan sebagainya
berarti memberikan nilai union REGS pada struktur BYTEREGS dengan nama h dan field
ah atau al yang bertipe unsigned character

0 komentar:
Posting Komentar